Jumlah partisipasi tenis di Amerika Serikat (AS) terus menunjukkan tren positif. Menurut Asosiasi Tenis AS (USTA), sebanyak 27,3 juta orang bermain tenis pada tahun 2025, meningkat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya dan menandai rekor tertinggi baru dalam enam tahun berturut-turut pertumbuhan olahraga ini. Angka ini mencerminkan minat yang semakin besar terhadap tenis, baik sebagai olahraga rekreasi maupun kompetitif.

Lonjakan popularitas tenis mulai terasa sejak pandemi COVID-19 pada 2020. Saat banyak orang mencari aktivitas fisik di luar rumah, tenis menjadi pilihan yang aman dan menyenangkan. Sejak 2019, jumlah pemain tenis di AS meningkat hingga 54%, memperlihatkan pertumbuhan signifikan dalam waktu singkat. Kenaikan ini mencerminkan bagaimana olahraga tradisional dapat menarik minat masyarakat modern dengan kombinasi olahraga, kesehatan, dan rekreasi.
Selain itu, angka ini juga menunjukkan keterlibatan yang lebih konsisten dari para pemain. Lebih dari separuh pemain, yakni 14,5 juta orang, bermain tenis minimal sepuluh kali sepanjang tahun 2025. Hal ini menunjukkan bahwa tenis tidak hanya menarik pemain baru, tetapi juga mempertahankan keterlibatan jangka panjang, memberikan dampak positif terhadap kesehatan dan kebugaran masyarakat secara umum.
AYO DUKUNG TIMNAS GARUDA, sekarang nonton pertandingan bola khusunya timnas garuda tanpa ribet, Segera download!
![]()
Diversifikasi Pemain dan Pertumbuhan di Berbagai Kelompok
Pertumbuhan partisipasi tenis di AS juga terlihat dari meningkatnya jumlah pemain baru. Pada tahun 2025, terdapat 4,9 juta orang yang baru pertama kali mencoba tenis, meningkat 9% dibandingkan sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa tenis mampu menjangkau kelompok baru dan memperluas basis penggemarnya.
USTA juga melaporkan kemajuan signifikan dalam partisipasi di kalangan perempuan dan kelompok etnis minoritas. Partisipasi perempuan meningkat sebesar 1,1 juta orang atau 10%, pemain kulit hitam naik 450.000 orang (14%), Hispanik naik 550.000 orang (12%), dan Asia/Pasifik meningkat 260.000 orang (10%). Tren ini menegaskan bahwa tenis semakin inklusif dan mampu menarik berbagai komunitas di seluruh Amerika Serikat.
Diversifikasi ini menjadi salah satu fokus utama USTA untuk memastikan bahwa pertumbuhan olahraga ini tidak hanya kuantitatif, tetapi juga mencakup keberagaman dan akses yang lebih luas bagi semua kalangan masyarakat.
Target Jangka Panjang dan Analisis Data

USTA menetapkan target ambisius untuk mencapai 35 juta pemain tenis di AS pada tahun 2035. Dengan kenaikan partisipasi hingga 27,3 juta pada 2025, organisasi ini telah membuat kemajuan signifikan menuju target tersebut. Strategi USTA mencakup pengembangan program pembelajaran tenis, fasilitas publik, serta kampanye untuk menarik minat kelompok yang kurang terwakili.
Angka-angka pertumbuhan ini berasal dari analisis mendalam yang dilakukan oleh National Golf Foundation (NGF) terhadap studi Physical Activity Council (PAC) dan PLAY Study (sebelumnya Participation and Engagement Study). Data ini memberikan gambaran yang akurat tentang perilaku pemain tenis, tingkat keterlibatan, serta tren demografis yang dapat menjadi acuan untuk strategi promosi dan pengembangan olahraga ke depannya.
Pertumbuhan partisipasi tenis di AS ini tidak hanya menunjukkan popularitas olahraga. Namun tetapi juga potensi besar bagi masa depan tenis profesional dan rekreasi, serta peluang pengembangan komunitas olahraga yang lebih inklusif. Nantikan terus kabar terbaru seputar olahraga menarik lainnya hanya di sportsadonai.com.
