Yuki Tsunoda kini duduk sebagai pembalap cadangan Red Bull-Ford untuk musim 2026. Dibawah ini akan ada pembahasan berita sport global menarik lainnya di SPORTS ADONAI.

Setelah promosi prematur ke Red Bull pada April 2025, Tsunoda menggantikan Liam Lawson, namun tidak mampu bersaing dengan konsisten. Posisi cadangan ini membuat perannya dalam Formula 1 menjadi lebih rumit, terutama karena hubungannya dengan Honda yang membesarkannya sejak awal.
Honda menganggap Tsunoda tetap bagian penting dari program pembalapnya, tetapi pengaruh Red Bull-Ford membatasi ruang gerak mereka. Koji Watanabe, Presiden Honda Racing Corporation, menekankan bahwa negosiasi kontrak Tsunoda masih berlangsung dan belum ada kesepakatan final. Semua komunikasi dilakukan melalui Red Bull, bukan langsung dengan pembalap.
Situasi ini menciptakan dilema unik bagi Honda. Mereka ingin memaksimalkan potensi Tsunoda sebagai lulusan HFDP, tetapi harus menghormati kepentingan Red Bull dan proyek powertrain baru mereka bersama Ford. Hal ini membuat masa depan Tsunoda menjadi salah satu cerita yang paling menarik di awal musim F1 2026.
Jejak Karier Tsunoda Bersama Honda
Tsunoda adalah produk Honda Formula Dream Project sejak 2016. Ia menjuarai F4 Jepang pada 2018 dan kemudian pindah ke Eropa untuk F3 dan F2, di mana ia menunjukkan bakatnya meski tidak selalu menjuarai kejuaraan. Dukungan Honda membawanya ke Red Bull Junior Team pada 2019 dan akhirnya ke AlphaTauri.
Selama empat tahun di tim berbasis Faenza, Tsunoda berkembang pesat sebelum naik ke Red Bull. Kariernya di F1 sempat menanjak, tetapi promosi yang cepat dan tekanan kompetitif membuatnya kesulitan beradaptasi. Kini, ia harus menemukan peran baru sebagai pembalap cadangan, sambil tetap menjaga hubungan dengan Honda dan Red Bull.
Honda melihat Tsunoda dan rekan juniornya, Ayumu Iwasa, sebagai aset penting. Mereka tidak hanya pembalap, tetapi juga bagian dari strategi pengembangan jangka panjang Honda di Formula 1, termasuk dalam era baru mesin dan power unit F1 yang mulai berlaku 2026.
Hambatan Hubungan Honda dan Red Bull-Ford

Peran Tsunoda sebagai pembalap cadangan Red Bull-Ford menimbulkan kompleksitas kontrak. Honda ingin tetap memanfaatkan bakatnya, tetapi ruang lingkup itu tergantung pada persetujuan Red Bull. Watanabe menekankan bahwa peran Tsunoda tidak bisa dijadikan bagian langsung dari proyek Honda dengan Aston Martin, karena masing-masing tim memiliki struktur dan program pembalap sendiri.
Aston Martin memiliki akademi sendiri yang menampilkan pembalap muda seperti Mari Boya dan Mathilda Paatz, sementara Honda terus mengembangkan program HFDP. Jika ada pembalap muda yang siap F1, Honda hanya akan merekomendasikan kepada Aston Martin, bukan langsung menempatkan mereka di tim.
Negosiasi yang rumit ini menunjukkan bagaimana hubungan antar tim dan pabrikan bisa memengaruhi karier seorang pembalap muda. Honda tetap ingin mendukung Tsunoda, tetapi harus menyeimbangkan kepentingan Red Bull-Ford dan program HFDP mereka sendiri.
Fokus Honda pada Pengembangan Pembalap Muda
Honda tetap berkomitmen mengembangkan talenta muda melalui HFDP. Selain Tsunoda dan Iwasa, mereka memiliki pembalap seperti Taito Kato yang baru memenangkan F4 Prancis 2024. Kato akan naik ke F3 tahun depan, menandai keberlanjutan program pengembangan bakat Honda.
Watanabe menegaskan bahwa saat ini tidak ada rencana integrasi dengan Aston Martin seperti yang terjadi di Red Bull. Namun, koordinasi tetap dilakukan agar pembalap Honda mendapatkan pengalaman maksimal dan peluang naik ke F1 jika kemampuan mereka memadai.
Dengan strategi ini, Honda berharap tetap menjadi pabrikan yang mampu mencetak pembalap berbakat di F1. Walaupun Tsunoda menghadapi masa transisi sulit, dukungan dari HFDP dan hubungan jangka panjang dengan Honda dapat membuka pintu kesempatan baru untuknya. Manfaatkan waktu luang Anda untuk mengeksplor berita sport global menarik lainnya di sportsadonai.com.